Kamis, 19 Januari 2012

Pendidikan Agama Islam Dan Akhlak Peserta Didik


Pendahuluan
            Pendidikan merupakan komponen penting dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak baik menjadi baik, dari yang tidak paham menjadi paham. Maka dari itu tak jarang pendidkan akan menjadi sasaran utama kenapa seseorang pandai atau bahkan sebaliknya kurang pandai.
            Selain genre pendidikan secara umum pendidikan agama terutama pendidikan agama Islam pun demikian. Lebih luas lagi, pendidikan agama Islam tidak hanya berperan dalam rana kognitif peserta didik semata namun juga rana afektif dan psikomotoriknya. Peran ini semakin komplek dengan tantangan zaman yang semakin menggelobal, dimana peran pendidikan agama Islam akan dihadapkan dengan budaya, baik budaya lokal maupun budaya yang datang dari luar yang semakin menggelobal.
            Tak ayal pendidikan Islam selalu menjadi sorotan dalam merubah akhlak peserta didik. Sehingga peran pendidikan agama Islam akan selalu dipertanyankan, seberapa jauh peran pendidikan Islam bagi kebaikan akhlak peserta didik?
Pendidikan Agama Islam
            Pendidikan merupakan komponen yang telah membangun bangsa ini menjadi besar dan berkembang sampai saat ini. Dari golongan terdidik Negara ini merdeka, dari golongan terdidik Negara ini mencapai kejayaan sampai saat ini.
            Salah satu komponen pendidikan yang patut menjadi dasar pembentukan akhlak pesert didik  adalah pendidikan agama terutaama pendidikan agama Islam. Pendidikan agama Islam adalah kegiatan mendidikan agama Islam atau dengan kata lain kegiatan atau usaha-usaha dalam mendidikan agama Islam[1]. Tafsir mengemukakan Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar memahami ajaran Islam (knowing), terampil melakukan ajaran Islam (doing), dan melakukan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari (being).
Adapun tujuan pendidikan agama Islam di sekolah umum adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan melakukan, dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama pendidikan agama Islam di sekolah ialah keberagamaan, yaitu menjadi muslim yang sebenarnya. Keberagamaan inilah yang selama ini kurang di perhatikan.[2]
Sedangkan el-Basyi membagi tujuan pendidikan agama Islam menjadi dua yakni tujuan umum dan tujuan khusus, adapun tujuan umum antara lain
a.       Membantu pembentukan akhlak mulia
b.      Persiapan untuk kehidupan akhirat
c.       Persiapan mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi manfaat
d.      Menumbuhkan ruh ilmiah pada pelajar dan memuaskan untuk mengetahui dan mengkajinya
e.       Menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknis dan menguasai profesi tertentu.
Adapun tujuan pendididikan agama Islam secara khusus adalah:
a.       Pembinaan warganegara yang mukmin kepada negaranya.
b.      Pembinaaan Muslim yang berpegang teguh pada agamanya dan berakhlak mulia
c.       Pembinaan warganegara yang kuat, sehat dan padan
d.      Pembinaan  pribadi yang sehat jasmani dan rohani.
e.       Pembinaan warganegara yang disenjatai dengan ilmu pengetahuan.
f.       Penciptaan warganegara yang terdidik pada perasaan, keindahan dan seni
g.      Pembentukan warganegara yang menghargai kepentingaan keluarga, bertanggung jawab, rela berkorban untuk mencapai kemakmuran bagi masyarakat dan dirinya.[3]
Dari tujuan-tujuan yang diungkapkan El-bisyri akhlak menempati posisi pertama dari pendidikan agama Islam. Karena pendidikan agama Islam tidak hanya bertujuan untuk membentuk muslim yang berkualitas kognitifnya semata namun juga afektif dan psikomotorik.
Akhlak
Akhlak  secara bahasa adalah mashdar dari akhlaqa- yukhliqu- ikhlaqan, artinya sesuai dengan timbangan (wazan) tsulasi majid af’ala - yuf’ilu- if’alan yang berarti al-sajiyah (perangai), at-thabi’ah (kelakuan, tabi’at, watak dasar), al-adat (kebiasaan, kelaziman), al-muru’ah (peradaban yang baik) dan al-din (agama).
Dalam kitab Daaratul Ma’arif, secara singkat akhlak diartikan, “Sifat-sifat manusia yang terdidik”. Akhlak secara istilah menurut beberapa ahli:
1.      Ibnu Maskawih dalam buku Tahzib al Akhlaq wa Tathhir al-A’rab, “ Sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan”.
2.      Imam Ghazali dalam buku Ihya’ Ulumuddin, “Sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan baik atau buruk tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan”.
3.      Mu’jam al-Wasith,” Sifat yang tertanam dalam jiwa, yang degannya lahirlah macam-macam perbuatan baik atau buruk tanpa pemikiran dan pertimbangan”.
4.      Sementara itu Prof. Dr. Ahmad Amin membuat definisi bahwa yang disebut “akhlak” ialah “Adatul-Iradah” atau “kehendak yang dibiasakan”. Definisi ini terdapat dalam suatu tulisannya yang berbunyi, “Sebagian orang membuat definisi akhlak, bahwa yang disebut akhlak ialah kehendak yang dibiasakan. Artinya, kehendak itu bila membiasakan sesuatu, maka kebiasaan itu disebut akhlak”.
Akhlak merupakan bagian dari pokok ajaran agama Islam, sebagaimana Nabi SAW bersabda “aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak”. Tobroni menyatakan pentingnya akhlak adalah nomor dua setelah iman. Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah kecuali ia berakhlak mulia. Sebab di antara tanda-tanda iman yang paling utama tertelak pada akhlak yang mulia, dan di antara tanda-tanda nifak yang paling menonjol adalah akhlak yang buruk. Di antara perhiasan yang paling mulia bagi manusia setelah iman, taat dan takut kepada Allah adalah akhlak yang mulia. Dengan akhlak terciptalah kemanusiaan manusia dan sekaligus membedakan dengan binatang, dalam al-Quran terdapat 1504 ayat atau hampir ¼ keseluruhan ayat dalam al-Quran yang berhubungan dengan akhlak baik dari segi teori maupun praktis. Hal ini tidak berlebihan sebab visi kenabian Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak. Itulah sebabnya secara tegas Allah menyatakan bahwa: “engkau (Muhammad) benar-benar berada dalam akhlak yang agung” (Q.s. al-Qalam: 4)[4].


Pendidikan Agama Islam Dan Akhlak
Ruang lingkup pendidikan agama Islam mencakup tiga domain, yaitu
1.      Kepercayaan (I’tiqadiyah), yang berhubungan dengan rukun iman, seperti iman kepada Allah, iman kepada Malaikat-Nya, iman kepada Kitabullah, iman kepada Rasulullah, iman kepada kepada Hari berbangkit, dan iman kepada Takdir.
2.      Perbuatan (‘amaliyah), yang terbagi dalam dua bagian: 1. Masalah ibadah, berkaitan dengan rukun Islam, seperti syahadat, shalat, zakat, puasa, haji dan ibadah-ibadah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. 2. Masalah muamalah, berkaitan interaksi manusia dengan sesamanya, baik perseorangan maupun kelompok seperti akad, pembelanjaan, hukuman, hukum jinayah (pidana dan perdata).
3.      Etika (khuluqiyah), berkaitan dengan kesusialaan, budi pekerti, adab, atau sopan santun yang menjadi perhiasan bagi seseorang dalam rangka mencapai keutamaan. Nilai-nilai seperti kejujuran (shidiq), percaya (amanah), adil, sabar, syukur, pemaaf, tidak tergantung pada materi (zuhud), menerima apa adanya (qanaah), berserah diri pada Allah (tawakkal), malu berbuat buruk (haya’), persaudaraan (ukhuwah), tolong menolong, dan saling menanggung adalah seluruh bentuk budi pekerti yang luhur (akhlaq al-mahmudah).[5]
Komponen akhlak merupakan bagian ketiga dari pendidikan agama Islam, namun sebagaiman tobroni mengungkapkan, masalahnya adalah ada kecenderungan dari kehidupan manusia untuk lebih mengutamakan aspek-aspek jasmani dan intelektual dari pada masalah moral. Karena yang terakhir ini (moral) lebih abstrak dan memerlukan pengertian yang mendalam untuk memahami arti pentingnya. Proses pendidikan sering kali mengalami pendangkalan makna menjadi pengajaran yang bersifat transfer of knowlodge yang bebas nilai dan bukan lagi interaksi edukatif yang sarat dengan nilai-nilai moral. Padahal fungsi agama yang utama adalah sebagai petunjuk (hudan).[6]
            Muchtar bahtiar menilai pendidikan agama Islam di sekolah masih gagal. Kegagalan ini disebabkan karena praktek pendidikannya masih memperhatikan aspek kognitif semata dari pertumbuhan kesadaran nilai-nilai (agama), dan mengabaikan pembinaan aspek afektif dan konatif-volitif, yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. Akhirnya mengalami kesenjangan antara pengetahuan dan pengalaman, antara gnosis dan praxis dalam kehidupan nilai agama atau dalam praktek pendidikan agama berubah menjadi pengajaran agama sehingga tidak mampu membentuk pribadi yang bermoral. Padahal inti sari dari pendidikan agama adalah pendidikan moral.[7]
            Muhammad Maftuh Basyumi (Tempo, 24 November 2004) bahwa pendidikan agama yang berlangsung saat ini cenderung lebih mengedepankan aspek kognisi (pemikiran) dari pada afeksi (rasa) dan psikomotorik (tingkah laku). Menurut Komarudin Hidayat pendidikan agama lebih berorientasi pada belajar tentang agama, sehingga hasilnya banyak orang mengetahui nilai-nilai ajaran agama, tetapi perilaku tidak relevan dengan nilai-nilai ajaran agama yang diketahuinya.[8]
            Bagaimana mengembalikan benang yang hampir putus antara pendidikan agama Islam dengan akhlak? Terdapat tiga komponen yang yang menjadi peran penting dalam proses internalisasi nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam pendidikan agama Islam,yakni
a.       Pendidik (Guru)
            Guru dituntut untuk selalu efektif dalam mengembangkan pendidikan agama Islam. Guru yang efektif adalah yang dapat menunaikan tugas dan fungsinya secara profesional. Guru yang efektif memiliki ciri (1) hubungan guru dan murid: bersahabat, menjadi mitra, belajar sambil menghibur murid, menyayangi murid sebagaimana anak sendiri, adil dan memahami kebutuhan setiap anak dan memberikan bagi anak didik. (2) berkaitan dengan tugasnya sebagai guru: mencintai pekerjaannya, cakap secara akademik, mampu menerangkan dengan jelas, mampu merangsang siswa untuk belajar, mampu memberikan sesuatu pada siswa yang paling berharga, mampu menjadikan kelas sebagai tempat yang menyenangkan. (3) berkaitan dengan sikap dan kepribadian: penampilan menarik, tidak terlalu kaku, bisa menjadi teladan bagi siswa.
            Maka pemberdayaan guru merupakan suatu yang niscaya dilakukan. Pendekatan yang perlu dilakukan dalam pemberdayaan guru setidaknya tiga pendekatan: pendekatan menurut tujuan (organisasi), pendekatan teori sistem (organisasi) dan pendekatan budaya organisasi. Dan langkah-langkah yang perlu ditempuh antara lain, meningkatkan kesejahteraan guru, pengembangan karir guru, peningkatan kemampuan para guru dan mengatasi beban psikologis guru.[9]
b.      Peserta didik
            Dalam proses belajar-mengajar, seorang pendidik sedapat mungkin mampu memahami hakikat peserta didiknya sebagai subjek atau objek pendidikan. Kesalahan dalam memahami peserta didik dapat berakibat fatal bagi proses pendidikan terutama proses pendidikan akhlak terhadap peserta didik.
            Karakter peserta didik antara lain; pertama, peserta didik bukan miniatur orang dewasa, dia mempunyai dunia sendiri sehingga metode belajar mengajar tidak boleh disamakan dengan orang dewasa. Kedua, peserta didik memiliki kebutuhan dan menuntut untuk memenuhi kebutuhan itu semaksimal mungkin. Ketiga,peserta didik memiliki perbedaan antara individu dengan individu yang lain. Keempat, peserta didik dipandang sebagai satu kesatuan sistem manusia.  Kelima, peserta didik merupakan objek sekalis subjek dalam pendidikan yang dimungkinkan dapat aktif, kreatif dan produktif. Keenam, peserta didk mengikuti periode-periode perkembangan tertentu serta mempunyai pola perkembangan dan tempo serta iramanya.[10]
c.       Metode
            “metode lebih penting dari materi”, begitulah bunyi salah satu hikmah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya metode dalam belajar mengajar. Tujuan dari metode pendidikan agama Islam adalah menjadikan proses dan hasil belajar mengajar agama Islam lebih berdaya guna dan berhasil guna dan menimbulkan kesadaran pada peserta didik untuk mengamalkan ajaran agama Islam. Sedang fungsi metode sendiri adalah mengarahkan keberhasilan pendidikan, memberikan kemudahan kepada peserta didik untuk belajar berdasarkan minat, serta didorong usaha kerja sama dalam kegiatan belajar antara peserta didik dan pendidik.[11]


Kesimpulan
            Dari uraian di atas penulis menyimpulkan
1.      akhlak tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan agama Islam karena akhlak merupakan bagian bahkan tujuan dari pendidikan agama Islam.
2.      Pendidikan agama Islam berperan besar dalam membentuk akhlak peserta didik
3.      Pendidikan sat ini masih banyak menekankan pada aspek kognitif padahal pendidikan agama Islam tidak hanya penyampaian pengetahuan akan tetapi penyampaian nilai-nila Islam terhadap peserta didik
4.      Pendidik, peserta didik, dan metode merupakan bagian yang tidak terpisahkan agar pendidikan agama Islam mampu membentuk akhlak yang baik bagi peserta didik.



DAFTAR PUSTAKA
Mujib, Abdul dan Jusuf Mudzakkir. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana
Tobroni. 2008. Pendidikan Islam; Paradigma Teologis, filosofis dan Spiritualitas. Malang: UMM Press
Muhaimin.2010. pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam di sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi. Jakarta. Rajawalipress
Tafsir. A.___. Pendidikan Agama Islam. PDF


[1] Muhaimin hal. 6
[2] Tafsir hal. 1
[3] Ibid.
[4] Tobroni hal. 72
[5] Abdul mujib dkk hal. Xii-xiii
[6] Thobroni loc it. ­hal. 74
[7] Muhaimin. Loc it. Hal 23
[8]Muhaimin, Ibid. hal 23
[9] Thabrani. Loc it. Hal. 115
[10] Abduk mujib dkk. Hal 105-106
[11] Abdul muijib. Ibid. hal 167

Kamis, 05 Januari 2012

kumpulan emoticon FB terbaru


kode emoticon FB baru :

Poker Face
[[258968244165876]] [[286666501379430]] [[262520713809098]] [[159049157536013]] [[307904395916212]]
[[225447050864310]] [[209926462425564]] [[138411019605305]] [[221670374577056]] [[154671737968862]]
[[138007062977844]] [[291747794194724]] [[122952454488304]] [[337561022923016]] [[288878907831075]]
[[240630206008013]] [[264223330304357]] [[319462458078703]] [[239286912807413]] [[288721814513254]]
[[265575850170635]] [[345354905481875]] [[209004679185391]] [[259785247417432]] [[159480014157666]]
[[267428346644787]] [[239034746168540]] [[350046018344350]] [[209260572491236]] [[198316980259626]]
[[310959705610393]] [[214054278676095]] [[200638253359905]] [[334455703231303]] [[158066514298630]]


U Mad
[[291152600919956]] [[295479677155336]] [[314363058604092]]
[[262834777109378]] [[189006671194968]] [[263319493729810]]
[[251236504943440]] [[287904934588441]] [[185961414833909]]


Nyan Cat
[[265434590178748]] [[164991926934921]] [[209695692449988]] [[250490361685507]] [[278968458819422]] [[349625665051383]] [[205760419511603]]
[[312189672135533]] [[299788346731384]] [[268532783202434]] [[266669970059695]] [[204170799672068]] [[187204144709527]] [[331078983588306]]
[[149240955184679]] [[206407216112871]] [[240669959335314]] [[180619528702085]] [[347768705240557]] [[186661331430535]] [[218646048216424]]
[[344875905539434]] [[328111047214223]] [[323186421038846]] [[157802940990663]] [[159535350818164]] [[296581710385765]] [[271261609598535]]

True Story
[[159403400834378]] [[297487363621407]] [[1156068411]] [[135921843188987]] [[281219301903813]] [[199562043466774]]
[[295738517127851]] [[155658844536513]] [[209549519130890]] [[142176999226854]] [[246689415397308]] [[199562043466774]]
[[238766052862259]] [[307299595976209]] [[217652968315422]] [[189042331191521]] [[286721874712929]] [[344476392245488]]
[[208520335900424]] [[280378908678680]] [[289772571069549]] [[271456079578545]] [[316530365035101]] [[288356997877538]]
[[291702580880362]] [[165637363538400]] [[150244831751625]] [[241130952627573]] [[120930761357725]] [[325867137432308]]
[[154842501286195]] [[286053358112869]] [[149316288510313]] [[250243511707871]] [[291635414215481]] [[344254632266885]]
[[276412539074685]] [[131586963624296]] [[333374550025341]] [[327570193933422]] [[199699430120687]] [[136021593179546]]

Kaskus
Kaskus Repost: [[243344945733611]]
Kaskus Maho: [[mahochat]]
Kaskus Bingung: [[205827876172490]]
Kaskus Like: [[261018420628968]]
Kaskus Nope: [[328740787138287]]
Kaksus Capedehh: [[296027833771776]]
Kaskus 4L4y: [[311851138846391]]
Kaskus Ngakak: [[guengakak]]
I Love Kaskus: [[203443053077888]]

Kartun
Troll face: [[171108522930776]]
Me Gusta: [[211782832186415]]
ARE YOU FUCKING KIDDING ME: [[143220739082110]]
Feel like a sir: [[1680408465586189]]
Not bad Obama: [[169919399735055]]
Mother of God: [[142670085793927]]
Cereal Guy: [[170815706323196]]
LOL Face: [[168456309878025]]
NO Guy: [[167359756658519]]
Yao Ming: [[14933336846417]]
Derp: [[224812970902314]]
Derpina: [[192644604154319]]
Forever Alone: [[177903015598419]]
It's Okay!: [[148578318584679]]
ALL the y: [[219611504753863]]
Impossibruh: [[305710872791586]]
Rage Face: [[145768898802324]]
Watch out, badass: [[309795212383816]]
Poker face: [[129627277060203]]
Justin Bieber: [[67253243887]]
Lady GaGa: [[ladygaga]]
Eminem: [[eminem]]
Mark Zuckerberg: [[zuck]]
FUCK YEAH: [[105387672833401]]
CHUCK NORRIS: [[161751797197606]]
POKER FACE: [[129627277060203]]
CHALLENGE ACCEPTED: [[100002727365206]]
Dislike Icon: [[139407806171115]]
Like Icon: [[333181686710881]]
Inverted Like Icon: [[180601488705317]]

Huruf
[[249199828481201]] - Konata Izumi
[[250128751720149]] - Domo Kun
[[223328504409723]] - Gintoki Sakata
[[236147243124900]] - Pokeball
[[326134990738733]] - Pikachu
[[155393057897143]] - Doraemon
[[224502284290679]] - Nobita
[[144685078974802]] - Mojacko
[[334954663181745]] - Spongebob
[[196431117116365]] - Shin chan
[[148935948523684]] - Pedo Bear
[[269153023141273]] - Poring

[[107015582669715]] = A
[[116067591741123]] = B
[[115602405121532]] = C
[[112542438763744]] = D
[[115430438474268]] = E
[[109225112442557]] = F
[[111532845537326]] = G
[[111356865552629]] = H
[[109294689102123]] = I
[[115636698451811]] = J
[[116651741681944]] = K
[[115807951764667]] = L
[[106596672714242]] = M
[[108634132504932]] = N
[[116564658357124]] = O
[[111669128857397]] = P
[[107061805996548]] = Q
[[106699962703083]] = R
[[115927268419031]] = S
[[112669162092780]] = T
[[108983579135532]] = U
[[107023745999320]] = V
[[106678406038354]] = W
[[116740548336581]] = X
[[112416755444217]] = Y

XAT emoticon
[[xated]] = (xat)
[[xatpray]] = (pray)
[[xatredface]] = (redface)
[[xatmaniac]] = (maniac)
[[xatsmirk]] = (smirk)
[[xatshock]] = (shock)
[[xatmad]] = (mad)
[[xatxd]] = (xd)
[[xatcrying]] = (crying)
[[xatwary]] = (wary)

oke, itulah kumpulan lengkap kode emotion fb terbaru , selamat mencoba ya .

Read more: http://www.berryhs.com/2012/01/kumpulan-emoticon-fb-terbaru.html#ixzz1iZW6eUKz

Jumat, 30 Desember 2011

Cerita Lucu Einstein Vs Mr. Bean


Suatu hari Einstein dan Mr.Bean ga sengaja ketemu di sebuah taman. Einstein sedang merasa bosan, Mr.Bean pun sedang terlihat santai, lantas Einstein mengajak Mr.Bean bermain sebuah permainan.

Einstein: Bean, kita maen yu.. Permainannya gini, gw kasi pertanyaan ke u, kalo u gabisa jawab, u kasi gw $1 aja. Nah, kalo u ngasi pertanyaan ke gw dan gw gabisa jawab, gw kasi u $1000

Mr.Bean: yayaya (dengan muka khasnya yg tersenyum)

Einstein: Gw dulu ya.. Pertanyaannya.. Berapa jarak dari bumi ke bulan?

Mr.Bean: Hehehe, (langsung merogoh kantongnya dan memberi $1 dan diberikannya uang itu ke Einstein)

Dan sekarang giliran Mr.Bean bertanya

Mr.Bean: My turn... Apakah yang saat naik ke atas bukit menggunakan 3 kaki, dan saat turun menggunakan 4 kaki?

Lalu Einstein dengan cekatannya membuka semua buku yg ada di tasnya, bertanya kepada kolega2nya, rekan2nya, berpikir keras. Tetapi setelah 1 jam berlalu, akhirnya dia menyerah

Einstein: Nih (memberikan $1000 sambil garuk2 kepala)

Mr.Bean: Hehehe (tawa khas Mr.Bean)


Lalu Bean pun hendak pergi dari taman itu


Einstein: Eh tunggu dulu, Bean. Emang jawabannya apa si?

Mr. Bean: hohoho... (lalu dia merogoh sakunya dan memberikan Einstein $1). Gw juga gatau.. :-P


Lalu Bean pun pergi meninggalkan Einstein

Einstein: #$%^(*&^"?>!!

sumber: http://forum.vivanews.com/aneh-dan-lucu/260300-cerita-lucu-einstein-vs-mr-bean.html

Perbedaaan Mahasiswa Pelajar Dan Penganggur


Berita Lucu Perbedaaan Mahasiswa Pelajar Dan Penganggur Lagi Jalan Jalan Cari Reverensi Nemu Ini Di Forum Ngakak Moga Bisa menghibur Agan Tentang Berita Lucu Ini, Silahkan Di Simak

1. Jam menunjukan pukul 06.45
Pelajar: udah gugup mau telat
Mahasiswa: Woohamb (baru bangun)
Pengangguran: ZzzzZZZzzzzzZ (masih molor)

2. Sampe d kampus/skul pukul 07.05
Pelajar: dimarahin guru + poin pelanggaran
Mahasiswa: nongkrong d tmpt parkir / udud / mandi d mck kampus / liad ppn pngumuman, syp tau libur
Pengangguran: ZzzzZZZzzzzzZ (masih molor)

3. Masuk ruang kelas pukul 07.15
Pelajar: dimarahin lagi ma guru mapel jm prtama
Mahasiswa: smsan / melamun nunggu dosen / ngemut permen chupachus / godain cwe
Pengangguran: ZzzzZZZzzzzzZ (masih molor)

4. Semisal pembina kagak ada
Pelajar: dapet tugas dari guru piket
Mahasiswa: Liibuuuur
Pengangguran: ada dosen / guru / pembina yg penting molor!

5. Semisal mati lampu
Pelajar: "guru = kerjakan halaman xx sampe xx"
Mahasiswa: "dosen = berhubung mati lampu kuliah dlanjutkan prtmuan berikutnya (walo dah mau UTS)"
Pengangguran: mati lampu? molor lg deeh ..

6. Semisal AC rusak
Pelajar: "guru = g usa mengeluh! cpt kerjain tugas!! jgn nyontek"
Mahasiswa: "dosen = kuliah mau ganti hari ato kuliah d taman saudara2?"
Pengangguran: baru bangun tidur! matane kiyip2 , sarapan (walo jm 11am)

7. Semisal proyektor rusak
Pelajar: "guru = kita k lab bahasa, yg telat g boleh masuk"
Mahasiswa: "dosen = kalian k perpus, cari resensi bwd besok (besoknya dosen dah lupa)"
Pengangguran:buat apa proyektor? whatever deh!

8. Semisal tinta spidol mau abis
Pelajar: "guru = ketua kelas isi spidol !"
Mahasiswa: "dosen = kyk'a spidol'a sensi bgt, mas2 yg blakang bisa baca? kuliah hari ini abisin spidol aja yah"
Pengangguran: whatever!

9. Semisal tanggal tua
Pelajar: guru ngajar ky biasa, suka nunjuk2, sensi bgt neeh!!
Mahasiswa: "dosen = absen'a yg cepet, kl dah smua ksh k dpn yaa. tanggal tua nii! gak gak gak kuat! "
Pengangguran: diem d kamar ngegame nunggu bokap / nyokap pulang bwa duit

10. jam pulang bunyi pukul 14.00
Pelajar: yeee pulang eh, tp ada les :'(
Mahasiswa: "gwa pulang kuliah jm tngh 9 pagi kalee "
Pengangguran: ZzzzZZZzzzzzZ (bobo siang)

11. Malemnya
Pelajar: B-E-L-A-J-A-R !! sukses UN 2012 !! UGM I'M COMING !! (ugm: unv. grendeng mawon)
Mahasiswa: ngedate / maen game / kumpul ma tmn / melamun / ngupil / Dsb.
Pengangguran: jadi BATMAN alias kluyuran mpe subuh

KESIMPULAN:
Pengangguran telah menikmati surga dunia namun MADESU
Mahasiswa senang2 dahulu kerja kemudian
Mati aja deeh bwd pelajar, hidup kok susah amat

sumber: http://www.fenomania.com/2011/12/berita-lucu-perbedaaan-mahasiswa.html

Minggu, 25 Desember 2011

PERSEKUTUAN ( SYARIKAH) DAN WAKALAH (PERWALIAN)



Syarikah secara bahasa artinya perkumpulan atau persekutuan. Syarikah ini terjadi karena berdasarkan pilihan atau kesepakatan antara dua orang atau lebih. Adapun jika yang dimaksudan di sini adalah syarikah (serikat) pada harta pusaka antara beberapa ahli waris maka hak memilih tidak ada lagi.
Sedangankan Wakalah secara bahasa artinya menyerahkan dan menjaga. Sedangkan menurut istilah, wakalah adalah menjadikan orang lain menempati posisinya, baik secara mutlah atau tidak.
Hadis 1
Rasaulullah saw bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( قَالَ اَللَّهُ: أَنَا ثَالِثُ اَلشَّرِيكَيْنِ مَا لَمْ يَخُنْ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهُ, فَإِذَا خَانَ خَرَجْتُ مِنْ بَيْنِهِمَا )  رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ
 Dari Abu Hurairoh ra, ia berkata.” Rasulullah saw bersabda,” Allah berfirman,’  aku menjadi pihak ketiga dari dua orang yang bersekutu selama salah seorang dari mereka tidak berkhianat kepada mitranya, jika ada yang berkhianat, aku keluar dari ( persekutuan) mereka.” ( HR. Abu Dawud dishahihkan oleh Al-Hikim).
Penjelasan kalimat
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata , Rasulullah saw bersabda, “ Allah berfirman, ‘ aku renjadi pihak ketiga dari dua rang yang bersekutu selama salah satu dari mereka tidak berkhianat pada mitranya. jika ada yang berkhianat, aku keluar dari (persekutuan). HR.Abu DAwud dan di sahkan oleh AL-Hakim.
ibnu Al-Qathahan menta’lilnya dengan ketidak jelasan status Sa’id bin Hayan yang mana anak Sa’id– Abu Hayan bin Sa’id telah meriwayatkan hadis darinya. Dan disebutkan pula bahwa Al-Harits bin Syuraid meriwayatkan hadis darinya, akan tetapi di anggap mursal oleh Ad-Daraqutni. Sehinnga tidak disebutkan nama Abu Hurairoh dalam riwayat tersebut. Sedangkan dia mengatakan hal tersebut benar adanya.
Makna Hadis” sesungguhnya Allah bersama keduanya “yakni dalam hal pemeliharaan, pengayoman, dan pemberian bantuan harta pada kepada keduanya serta menurunkan barkah dalam perdagangan keduamnya. Sehinggah, ketika terjadi pengkhianatan maka barkah harta keduananya dicabut.
Dalam hadis di atas terdapat anjuran untuk bersyarikat (dalam hal muamalah/ perniagaan) tanpa ada pengkhianatan ancaman bagi mereka yang berkhianat dalam persyarikatan yang mereka lakuakan. Bersyarikat merupakan usaha terpuji dan diridohi oleh Allah, Allah memebrikan barkah kepada orng yang bersekutu dalam usaha bisnis selama semua orang yang bersekutu itu sama-sama jujur, iklasa dan rukun dan orang yang berkhianat dalam bersyarikat di murkahi oleh Allah.
Hadis 2
وَعَنْ اَلسَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ اَلْمَخْزُومِيِّ ( أَنَّهُ كَانَ شَرِيكَ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَبْلَ اَلْبَعْثَةِ, فَجَاءَ يَوْمَ اَلْفَتْحِ, فَقَالَ: مَرْحَباً بِأَخِي وَشَرِيكِي )  رَوَاهُ أَحْمَدُ, وَأَبُو دَاوُدَ, وَابْنُ مَاجَةَ
Dari As-Saib Al-Makhzumira, bahwa ia dahulu adalah mitra Nabi saw sebelum ia di angkat menjadi Rasul. Ketika ia datang pada hari penaklukan kota mekkah, maka beliau bersabda “ selama datang saudarahku dan mitraku .“ (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Penjelasan
Menurut Ibnu Abdil Barr, As-Saib bin Ubai as-saib termasuk orang yang baru memeluk Islam dengan baik keislamananya serta dia termasuk orang yang di makmurkan. Ia hidup di zaman muawiyyah. Pada masa awal keislamannya dia menjadi mitra bisnis Nabi Saw. Sehingga saat terjadi fathul makkah beliau bersabda
“selamat datang saudarakudan mitraku yang tidak mmbantah dan mendebat”
Hadis tersebut di-shahihkan oleh Al-Hakim, sedangkan menurut riwayat ibnu Majah dinyatakan dengan lafazh “engkau dahulu menjadi mitraku di masa jahiliyah”
Hadis di atas menunjukkan bahwa fenomena bersarikat telah ada sebelum Islam datang kemudian syatriat Islam menetapkan hal tersebut.

Hadis  3
َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: ( اِشْتَرَكْتُ أَنَا وَعَمَّارٌ وَسَعْدٌ فِيمَا نُصِيبُ يَوْمَ بَدْرٍ )  اَلْحَدِيثَ رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَغَيْرُهُ 
Dan dari Abdullah bin Mas’ud Ra, ia berkata, “saya bersekutu dengan Ammar dan saad dalam hata rampasan yang kami peroleh dari perang badar. (HR. An-Nasai)
Penjelasan kalimat
Dan dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Aku, Ammar, dan Sa’d bersekutu dalam harta rampasan yang kami peroleh dari perang Badar (Kisah lengkapnya, kemudian Sa’d datang dengan membawa dua tawan an, sedangkan aku dan Ammar tidak membawa tawanan sama sekali).
Dalam hadits tersebut terdapat dalil yang menunjukkan sahnya berserikat dalam hal mata pencaharian yang disebut dengan syarikah abdan. Adapun bentuk dari syarikah ini dalam setiap pihak mewakilkan mitranyauntuk menerima dan bekerja atas namanya dalam hal tertentu, sedangkan keduanya menentukan jenis usahanya. Sebagian besar kalangan Al-Hadawiyah dan Abu Hanifah berpendapat bahwabentuk syarikah seperti ini hukumnya boleh (sah). Sedangkan Asy-Syafi’i berpendapat bahwa hal tersebut tidak sah dengan alasan karena syarikah seperti itu terbangun atas ketidakjelasan ketika keduanya tidak dapat memastikan pendapat keuntungan dan kemungkinan adanya rintangan dalam bekerja. Pendapat ini juga didukung oleh Ibnu Tsaur dan Ibnu Hazm.
Ibnu Hazm mengatakan bahwa berserikat dengan badan pada asalnya tidak boleh dalam bentuk apapun, dan bila hal tersebut terjadi maka dianggap batil sehingga tidak mempunyai sifat yang mengikat. Setiap orang dari keduanya memperoleh hasil sesuai dengan upaya yang dilakukannya, bila keduanya membagi dua bagian maka wajib diputuskan kadar bagian yang diambilnya, karena syarat yang tidak sesuai apa yang telah ditentukan Akitab Allah, maka kedudukannya batal secara hukum. Adapun hadits Ibnu Mas’ud merupakan riwayat dari anaknya yaitu Abu Ubaidah bin Abdillah yang termasuk bentuk khabar yang mungqathi’ (terputus). Karena Abu Ubaidah tidak menyebutkan dari bapaknya sedikitpun, sedangkan kami telah meriwayatkannya dari jalur Waqi’ dari Syu’bah dari Amr bin Murrah. Ia berkata, “Aku berkata kepada Abu Ubaidah, “Apakah engkau mengatakan sesuatu dari Abdullah?” Dia menjawab, “Tidak.” Kalaulah kabar tersebut benar maka menjadi dalil bagi pihak yang memandang sah serikat seperti ini. Karena mereka orang pertama yang bersama kita, dan umat Islam yang menyatakan bahwa berserikat seperti ini tidak dibolehkan serta para pasukan tidak dapat menyendiri menerima hasil rampasan, kecuali harta yang dipakai orang yang tertawan bagi pejuang yang membunuh disertai dengan adanya perbedaan pendapat dari para ulama. Bila hal tersebut dilakukan maka termasuk bentuk perilaku pencurian (ghulul) dan dosa besar. Karena bentuk serikat seperti ini bila dibenarkan oleh hadits tersebut, maka telah dibatalkan oleh Allah Ta’ala yang telah menurunkan firmanNya,
“Katakanlah, “Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul.”(QS. Al-Anfal : 1)
Allah membatalkan hal tersebut, kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaginya kepada para pasukan yang berjihad.
Kemudian kalangan Al-Hanafiyah tidak membolehkan berserikat dalam berburu, sedangkan kalangan Al-Malikiyah tidak membolehkan bekerja dalam dua tempat. Bentuk serikat seperti ini sebagaimana dalam hadits tidak dibolehkan menurut kalangan mereka.
Ulama membagi bentuk serikat menjadi empat bagian yang dipaparkan panjang lebar dalam buku-buku mereka. Ibnu Baththal mengatakan, “Ulama sepakat bahwa bentuk serikat yang benar hendaknya tiap pihak mengeluarkan modal seperti yang dikeluarkan mitranya kemudian dicampur hingga tidak dapat dibedakan. Selanjutnya harta tersebut diinfestasikan oleh keduanya, hanya saja masing-masing pihak menempati posisi mitra kerjanya yang disebut sebagai Syarikat ‘Inan. Disahkan pula bila salah satu pihak mengeluarkan modal yang lebih kecil dibandingkan mitra kerjanya, sedangkan keuntungan dan kerugian disesuaikan dengankadar modal yang diberikan. Begitu pula halnya bila keduanya sama-sama membeli barang dagangan atau salah satu pihak menjual barang lebih banyak dibandingkan yang lain. Sehingga dapat disimpulkan setiap orang menerima keuntungan dan kerugian sesuai kadar harga yang telah dibayarkan. Lebih jelasnya, bila kedua pihak mencampur kedua modal maka menjadi kesatuan bersama, kapan saja keduanya menjual dari harta tersebut maka hasilnya dibagi antara keduanya. Dan bila hal tersebut merupakan bagian harga dan keuntungan atau kerugiannya, maka dibagi pula bagi keduanya, begitu pula dengan barang dagangan yang dibeli sebagai ganti harga yang dimiliki.


Hadis 4
وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- ( قَالَ: أَرَدْتُ اَلْخُرُوجَ إِلَى خَيْبَرَ, فَأَتَيْتُ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ: إِذَا أَتَيْتَ وَكِيلِي بِخَيْبَرَ, فَخُذْ مِنْهُ خَمْسَةَ عَشَرَ وَسْقًا )  رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ
Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku akan keluar menuju Khaibar, lalu aku menghadap Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan beliau bersabda: "Jika engkau menemui wakilku di Khaibar, ambillah darinya 15 wasaq." Hadits shahih riwayat Abu Dawud.
Penjelasan
Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku akan keluar menuju Khaibar, lalu aku menghadap Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan beliau bersabda: "Jika engkau menemui wakilku di Khaibar, ambillah darinya 15 wasaq." Hadits shahih riwayat Abu Dawud.
(Hadis ini secara lengkapnya:”bila ia menginginkan satu ayat darimu maka letakkanlah tangan mu di atas tengkuknya”)
Tafsir Hadis
Hadis ini meupakan dalil yang menunjukkan sahnya wakalah (perwakilan). Para ulama sepakat tentang sahnya wakalah ini. Dan hukum-hukum tentang masalah ini sangant terkalit dengan orang yang mewakilkan. Dalam lanjutan hadis trdapat dalil petunjuk untuk berbuat dengan isyarat petunjuk dengan harta orang lain dan Rasul menerima sadaqah dengan adanya beliau meneriman adanya barang tersebut. Sebagaian jamaah para Ulama mengatakan bahwa Rasul menerima sadaqah dari barang tersebut. Al Mahdi mengaitkan dalam kitab Al-ghaits disetai dengan penuh dugaan yang membenarkannya. Sedangkan Al Hadawiyah berpendapat tidak boleh bersedekah kepada Rasulullah karena itu merupakan Harta orang lain. Di katakan oleh sebagian mereka : Hanya saja terdapat persangkaan bahwa Nabi memerima Sadaqah maka niscaya dibolekan memberinya.
Sumber :
  1. Subulus Salam, Muhammad ash-shan’aniy
  2. Hadist Tarbiyah