Minggu, 25 Desember 2011

Belajarlah Kesempatan pun Datang


"Sumber dari segala macam bencana dan kutukan terhadap umat manusia adalah kebodohan dan ketidakmengertian. Sumber dari tercipnayna peradaban tinggi adalah masyarakat yang menghormati pendidikan"
Setiap Manusia mempunyai potensi dan kesempatan yang sama untuk bahagia dalam hidupnya. Walau ukuran kebahagiaan manusia tidak bisa disama ratakan, namun secara umum bisa dilihat dari kesuksesan yang diraih selama hidupnya. Kesuksesan tidak bisa didapat begitu saja, butuh perjuangan dan usaha keras. Salah satu yang harus dilakukan untuk mendapat kesuksesan ter - sebut adalah dengan belajar. Belajar, merupakan tugas, tanggung jawab dan panggilan pertama bagi tiap manusia. belajar, selain membuat pengetahuan yang kita miliki bertambah, kesempatan terbukanya pintu kesuksesan pun semakin lebar.
Lantas bagaimana caranya agar kesuksesan yang ingin dicapai dengan cara belajar tersebut, dapat mudah kita raih ?? Ada beberapa hal yang patut kita ingat, ketika kita sedang belajar untuk menuju kesuksesan yaitu  :
HASRAT KUAT
Belajar tanpa disertai oleh keinginan dan hasrat yang kuat untuk menuju sukses, tak akan berhasil. Karena segala seuatu (termasuk belajar) yang dilakukan tidak dengan sungguh-sungguh, hasil yang dicapaipun akan ala kadarnya. Bila kesuksesan merupakan salah satu proses yang ingin diraih untuk mencapai kebahagiaan, maka mulailah belajar sungguh-sungguh dengan hasrat kuat, keinginan dan harapan yang besar.

Selain keberhasilan tidak akan pernah singgah kepada orang-orang yang berhastar lemah dan tak punya kemauan, tidak bisa dipungkiri bahwa segala sesuatu hanya akan terjadi bila kita menginginkan itu terjadi Seperti kata pepatah "Siapa yang berpikir dia bisa, maka dia akan bisa menjadi siapapun yang dia inginkan" Ciptakan dan penuhi alam bawah sadar kita dengan hasrat yang kuat untuk meraih harapan.
BERANI BELAJAR
Semua orang pada dasarnya tidak tahu dan tidak mampu. Hanya orang- orang yang berani belajar yang akhirnya akan tahu dan mampu. Ada begitu banyak cara untuk belajar, baik melalui pengalaman diri sendiri pengalaman orang lain, buku-buku bacaan, perenungan, kursus ataupun pelatihan-pelatihan yang ada. Kita tinggal memilih cara belajar yang kita sukai. Namun harus dipastikan bahwa cara belajar yang dilakukan, bisa membuat kita lebih mengerti dan memahami banyak hal. Sehingga kita mampu melihat dan mengetahui bahwa ada banyak cara dan pilihan untuk meraih kehidupan yang lebih baik.

"Saya akan belajar, maka kesempatan akan datang" sunggu tepat apa yang dikatakanAbraham Lincoln tersebut Sebab tanpa belajar, maka segala kemungkinan menuju kesuksesan bisa hilang. Untuk menjadi siri yang selalu belajar (a becoming learling person) diperlukan keberanian dan ketabahan, yang berakibat terbukanya segala kemungkinan untuk kehidupan yang lebih baik.
BERANI BERUBAH
"Learning has not taken place, until behaviour has changed,: belajar tidak akan berarti apa-apa,sampai terjadi perubahan perilaku. Dengan belajar pengetahuan dan ketrampilan kita bertambah. Tetapi pengetahuan dan ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak akan berarti apa-apa,jika ketrampilan yang kita miliki tersebut tidak sanggup merubah diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Pengetahuan kita akan hemat tidak akan men- jadikan kita kaya kecuali kita berani berubah menjadi orang hemat dan mungkin akan kaya. Pengetahuan kita tentang kerja keras tak akan memberi manfaat, sampai kita berubah menjadi seorang pekerja keras dan meraih keberhasilan.

Setelah kita belajar, kita memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang hal-hal yang kita pelajar. Langkah berikutnya adalah bagaimana kita bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik, berdasarkan pengetahuan yang kita miliki. Perubahan itu mungkin terjadi begitu lambat. Bagi orang-orang tertentu hal itu mungkin menjadikannya frustasi sehingga proses belajarpun terhenti ditengah jalan, karena tidak merasa mendapatkan manfaat dari proses belajar. Namun perlu disadari bahwa jauh lebih sulit menerapkan apa yang kita ketahui, dibanding dengan proses belajar untuk mendapatkan pengetahuan itu sendiri. Perubahan kearah lebih baik yang terjadi pada diri kita, walau berjalan secara perlahan, sedikit demi sedikit, hal itu akan sangat besar artinta bagi kesuksesan kita.
Teruslah belajar dan janganlah pernah menyerah, walau kegagalan bisa sewaktu-waktu menghampiri. Gagal bukan berarti mati, tapi gagal berarti ada banyak hal yang harus diperbaiki. Lupakan kata tidak mampu dan tidak mungkin, namun persiapkan fisik dan mental Anda untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. 


sumber: anonymous

Jumat, 23 Desember 2011

Pengembangan Masyarakat Di Lingkungan PTM: Konsep, Misi dan Oprasional


Bila kita telaah arsip-arsip Muhammadiyah sulit atau malahan tidak ada konsep-konsep pemikiran yang dikembangkan KH. Ahmad Dahlan. Yang ditampilkan KH. Ahmad Dahlan adalah tindakan-tindakan riil. Baru pada masa KH. Mas Mansyur konsep-konsep Muhammadiyah banyak dirumuskan. Dari sini nampak dakwah KH. Ahmad Dahlan adalah dakwah bil hal.
Dalam dunia perguruan Tinggi konsep elitis menara gading dan center of excelence tidak tepat dipakai terhadap alumni PTM. Janga pula ditanamkan watak-watak minoritas (yang terdidik) menguasai kelompok mayoritas (kurang terdidik). Dalam  PTM seharusnya menciptakan pemimpin-pemimpin yang melibatkan langsung dalam satuan sosial. Kepemiminan yang Islami seharusnya disusun berlapis-lapis, karena Islam mengajarkan kullukum ra’in. Dimana setia individu adalah pemimpin. Hal ini bermakna bahwa terdapat banyak satuan-satuan sosial sejenjang dalam ragam dan bidang kehidupan sosial.
Dengan dasar pandangan tersebut, penulis hendak mendudukan kampus sebagai  salah satu pusat-pusat pengembangan dengan kelebihan dan kekurangan tertentu. Keunggulan kampus dari pusat yang lain adalah pada kemampuan mengolah konsep-konsep rasional dan rancangan-rancangan operasional yang feasible. Keunggulan lain adalah tersedianya sumber daya manusia dengan kualitas relatif lebih tinggi, dengan kemampuan kualitas yang pilih tanding.

Cara Mengajar Terbaik


Hiduplah seorang guru yang bijaksana, guru tersebut memiliki beberapa orang murid, salah satu di antara muridnya ada yang gagu. Suatu hari sang guru menyuruh muridnya yang gagu untuk turun gunung.

Sang guru berkata, "Besok, turun gununglah dan sebarkanlah ajaran Kebenaran yang telah kubabarkan kepada semua orang."

Muridnya yang gagu itu merasa rendah diri dan segera menulis di atas kertas,

"Maafkan saya Guru, bagaimana mungkin saya dapat menyebarkan ajaran Guru, saya ini kan gagu. Mengapa Guru tidak menyuruh murid lain saja yang tentu mampu membabarkan ajaran Guru dengan lebih baik?"

Sang Guru tersenyum dan meminta muridnya merasakan sebiji anggur yang diberikan olehnya. "Anggur ini manis sekali," tulis muridnya.

Sang Guru kembali memberikan sebiji anggur yang lain. "Anggur ini masam sekali," tulis muridnya.

Konsumtivisme Calon Intelektual




Konsumtivisme memiliki dua akar kata yaitu “konsumtif” dan “isme”. Konsumtif adalah kata sifat yang memiliki kata dasar “consumptus” (Latin), “consume” (Ingg.), konsumsi (Ind.). Dengan demikian kata konsumtif berarti sifat mengkonsumsi, memakai, menggunakan, menghabiskan sesuatu. Sangat menarik, dalam bahasa inggris kata “konsumtif” digunakan untuk menyatakan penggunaan sesuatu hal dengan berlebih-lebihan, memboroskan, obsesif, dan rakus. Bahkan kata ini juga digunakan bagi orang yang terkena TBC di paru-paru. “Konsumtif” bisa digunakan untuk penggunaan kepada uang, waktu, atau energi dengan berlebihan dan destruktif. Jika demikian maka konsumtivisme adalah sebuah pandangan hidup, gaya hidup, ajaran, sikap atau falsafah hidup yang memakai, mengkonsumsi, menggunakan, menghabiskan sesuatu dengan berlebih-lebihan, memboroskan sesuatu.
Namun, perlu digaris bawahi pada dasarnya manusia adalah makluk “konsumtif”. Semenjak kecil sampai dewasa, manusia tidak lepas dari mengkomsumsi baik itu berupa makan, minuman, pakaian dan lain sebagainya. Dengan kata lain konsumsi merupakan bagian dari hidup manusia.

Minggu, 20 November 2011

Analisis kritis evaluasi terhadap Pendidikan Agama Islam

Pendidikan merupakan komponen penting bagi kemajuan Negara, hal ini selaras dengan semboyan “Negara yang maju adalah Negara yang menghormati para guru”. Menilik perjalan bangsa Indonesia, kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari para cendikia atau kaum terpelajar seperti bung karno, bung hatta dan lain-lain.
            Pendidikan dapat pula dikatakan sebagai simbol bagi suatu bangsa, semakin baik pendidikan pada suatu bangsa maka baik pula bangsa tersebut.  Penyimbolan ini merupakan hal yang wajar karena pendidikan merupakan komponen yang mendasar bagi kehidpan umat manusia secara umum. Salah satu komponen dalam dunia pendidikan yang cukup penting adalah pendidikan Agama. Dalam hal ini penulis lebih spesifik terhadap pendidikan Agama Islam.